Agro Jabar Siap Menyerap Hasil 55 Petani Milenial Pembudidaya Ikan

Agro Jabar Siap Menyerap Hasil 55 Petani Milenial Pembudidaya Ikan

DESKJABAR – Badan usaha milik daerah (BUMD) PT Agro Jabar menyatakan siap menyerap hasil produksi dari 55 petani milenial dari usaha budidaya ikan.

Tepat sebulan setelah pelaksanaan Kick off Program Petani Milenial yang telah diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 26 Maret lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar gerak cepat menindaklanjut kegiatan Pembudidaya Ikan Milenial, disingkat PIM.

Program Petani Milenial di Bidang Perikanan dalam bentuk kegiatan Pembudidaya Ikan Milenial, dilaksanakan pada Selasa 27 April 2021, dengan tema “Hidup di Desa, Rejeki Kota, Bisnis Medunia Jabar Juara”.

Informasi dikirimkan PT Agro Jabar kepada DeskJabar, Rabu, 28 April 2021, menyebutkan, Budidaya ikan perdana ditandai penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok yang khusus dibangun untuk Peserta PIM di PSDKP WS Ciherang – Cianjur.

Pada budidaya ikan perdana ini juga dilakukan Penandatangan Perjanjian Kerjasama Kegiatan Pembudidaya Ikan Milenial antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Ir. Hermansyah M.Si dan Direktur utama PT. Agro Jabar, Kurnia Fajar, S.AP., MM.

Secara juga simbolis dilakukan penyerahan mockup penyaluran KUR BJB kepada perwakilan peserta PIM, yaitu Rendy Triyadi S.Farm dan Dimas Liggo Niode, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Direktur Utama PT Agro Jabar, Kurnia Fajar didampingi Direktur Operasional Djamal Alfan, mengatakan, bahwa kegiatan PIM bertujuan mencetak Pembudidaya Ikan Milenial sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

Tujuannya, dapat menumbuhkembangkan kewirausahaan muda perikanan di Jawa Barat, mengubah wajah perikanan menjadi segar, agar generasi milenial tertarik dengan pemanfaatan sain dan teknologi aquaculture, serta menciptakan perikanan lebih maju, mandiri, dan modern.

Kurnia Fajar menilai, sektor perikanan nampaknya belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jawa Barat. Jumlah rumah tangga pembudi daya ikan air tawar di jawa barat menurut data KKP Tahun 2018 adalah 416.338 (3,2 persen dari total jumlah rumah tangga Jawa Barat).

“Dengan adanya pembudidaya ikan milenial diharapkan turut berkontribusi menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja, dapat meningkatkan produktivitas budi daya, serta meningkatkan konsumsi ikan di Jawa Barat,” tuturnya.

Kurfa panggilan akrab Dirut Agro Jabar, menjelaskan, jumlah peserta pendaftar Kegiatan PIM, awalnya berjumlah 167 orang, setelah melalui proses seleksi yang berjenjang mulai dari administrasi, kurasi, wawancara, BI Checking, sampai seleksi akhir, tinggal tersisa 55 orang peserta.

“Menciutnya jumlah peserta dikarenakan pada PIM perdana ini betul-betul diharapkan sosok milenial terpilih yang bisa memberikan warna ke depan dengan success story-nya, agar kegiatan PIM ini bisa berhasil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lokasi Budidaya

Sebagai informasi, kategori peserta PIM ada dua yaitu peserta PIM Intensif dan Peserta PIM Mandiri, dibedakan berdasarkan lokasi budi daya.

Untuk PIM Intensif, budidaya bertempat di aset milik Pemprov Jabar / Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat berjumlah 33 orang, yaitu di PSDKP WS Ciherang – Cianjur (Komoditas Nila) 10 orang, di Satpel Wanayasa CDKP WU – Purwakarta (Komoditas Nila) 5 orang, di Satpel Cijengkol CDKP WU – Subang (Komoditas Lele) 13 orang, dan di UPTD PAPLWS Cibalong Pameungpeuk Garut (Komoditas Udang) 5 orang. Untuk PIM Mandiri budi daya bertempat di lahan masing-masing peserta sebanyak 22 orang, dengan pilihan komoditas Nila 13 orang dan Lele 9 orang.

Rangkaian Kegiatan PIM dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup panjang 1 (satu) tahun, mulai dari Persiapan Konsep PIM – Penentuan Komoditas, dan Peluang Pasar – Inventarisasi, Identifikasi, dan Pemilihan Lokasi Budidaya – Rekruitmen dan Seleksi Pembudidaya Ikan Milenial – Pembekalan Pembudidaya Ikan Milenial – Penyiapan Stimulus Modal – Penyediaan Sarana, Benih, Bibit, Pakan, dan Peralatan – Proses Budiddaya dan Pendampingan – Panen dan Pemasaran – Monev Program, serta Follow Up Program Pembudidaya Ikan Milenial.

Rangkaian Kegiatan PIM dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup panjang 1 (satu) tahun, mulai dari Persiapan Konsep PIM – Penentuan Komoditas, dan Peluang Pasar – Inventarisasi, Identifikasi, dan Pemilihan Lokasi Budidaya – Rekruitmen dan Seleksi Pembudidaya Ikan Milenial – Pembekalan Pembudidaya Ikan Milenial – Penyiapan Stimulus Modal – Penyediaan Sarana, Benih, Bibit, Pakan, dan Peralatan – Proses Budiddaya dan Pendampingan – Panen dan Pemasaran – Monev Program, serta Follow Up Program Pembudidaya Ikan Milenial.

Model Bisnis

Model bisnis yang dirumuskan, tambah Kurfa, adalah dengan menggandeng BUMD Jawa Barat PT. Agro Jabar sebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa Kolam Bioflok (beserta aerator dan peralatan Pembudidaya Ikan lainnya) dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian Penyediaan Opex seperti bibit, pakan, obat-obatan, listrik, dan operasional lainya menggunakan KUR dari BJB.

“Guna memastikan budidaya dilaksanakan sesuai prosedur dan tingkat keberhasilan nya tinggi, dilakukan pendampingan day by day teknis budi daya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab/Kota, serta Monev oleh Koordinator dan Tim Program Petani Milenial,” kata Kurfa.

Proses budidaya dilakukan secara bertahap, PIM Intensif dilaksanakan setelah pembangunan sarana dan prasarana budidaya selesai di setiap lokasi Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, sedangkan PIM Mandiri budi daya berjalan, setelah akad kredit dan pencairan KUR.

“Untuk pelaksanaan ke depan, PIM in ditargetkan tahun 2023 dapat mencetak 1.000 Pembudidaya Ikan Milenial,” tambah Kurfa.

Dinas Kelautan dan Perikanan serta Biro Perekonomian Setda Jabar selaku koordinator Program Petani Milenial, berupaya mempersiapkan lebih baik dalam mekanisme rekrutmen dan pengelolaan peserta, penganggaran pendampingan, kepastian pembiayaan Capex dan Opex dengan berbagai skema, kolaborasi stakeholder perikanan yang lebih luas, penambahan komoditas, sinergi dengan OPD terkait program petani milenial untuk integrasi budi daya aquaponik, minapadi, dan peternakan perikanan terintegrasi, serta continuous improvement dan keberlanjutan program petani milenial.

“Program Petani Milenial juga dapat dikoneksikan dengan Program Unggulan Jabar yang sudah berjalan lebih awal, yaitu 1 Desa 1 Perusahaan (OVOC), Bumdesa Juara , 1 Pesantren 1 Produk (OPOP), UMKM JUARA, dan Marketplace Jabar Borongdong.id, dalam hal pengembangan budi daya, pengolahan pasca panen, pemasaran konvensional, dan pemasaran digital.

Terakhir, Kkegiatan Pembudidaya Ikan Milenial ini tak hanya menjadi gerakan atau model bisnis di level provinsi saja, tetapi juga PIM harus dapat dan mudah untuk direplikasi di 27 kabupaten/kota se Jawa Barat guna mewujudkan Budi Daya Ikan Juara,” pungkas Kurfa.***

Sumber:
https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/ekbis/pr-1131838782/agro-jabar-siap-menyerap-hasil-55-petani-milenial-pembudidaya-ikan?page=4
Kodar Solihat

Published by: Marcomm Agro Jabar

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

statistik pengunjung

  • 0
  • 20
  • 3,352
  • 1

Instagram

Instagram did not return a 200.

Archives