Dukung Pembudidaya Ikan Milenial, Agro Jabar Siap Serap Hasil 55 Petani Milenial

Dukung Pembudidaya Ikan Milenial, Agro Jabar Siap Serap Hasil 55 Petani Milenial

PIKIRAN RAKYAT – Tepat sebulan setelah pelaksanaan Kick Off Program Petani Milenial yang diresmikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil pada 26 Maret 2021 lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar gerak cepat menindaklanjuti kegiatan Pembudidaya Ikan Milenial, disingkat PIM.

Pada Selasa 27 April 2021 ini, dilaksanakan Budi Daya Ikan Perdana ditandai dengan penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok yang khusus dibangun untuk Peserta PIM di PSDKP WS Ciherang – Cianjur. Hadir pula Ridwan Kamil untuk ikut meresmikannya.

Dalam kegiatan Budi Daya Ikan Perdana ini juga dilakukan Penandatangan Perjanjian Kerjasama Kegiatan Pembudidaya Ikan Milenial antara Kepala DKP Jabar Hermansyah dan Direktur Utama PT. Agro Jabar Kurnia Fajar.

Selain itu, ada acara simbolis penyerahan mock-up penyaluran KUR BJB kepada perwakilan peserta PIM, yaitu Rendy Triyadi S.Farm dan Dimas Liggo Niode, disaksikan langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Direktur Utama PT. Agro Jabar, Kurnia Fajar mengatakan, kegiatan PIM bertujuan mencetak PIM sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat dengan beberapa cara.

Pertama, menumbuhkembangkan kewirausahaan muda perikanan di Jawa Barat. Lalu, mengubah wajah perikanan menjadi segar agar generasi milenial tertarik dengan pemanfaatan sains dan teknologi aquaculture, serta menciptakan perikanan lebih maju, mandiri, dan modern.

“Sektor perikanan nampaknya belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jawa Barat. Jumlah rumah tangga pembudi daya ikan air tawar di jawa barat menurut data KKP Tahun 2018 adalah 416.338 (3,2 persen dari total jumlah rumah tangga Jawa Barat),” ujar dia.

Menurut dia, dengan adanya PIM alias Pembudidaya Ikan Milenial diharapkan turut berkontribusi menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja, dapat meningkatkan produktivitas budi daya, serta meningkatkan konsumsi ikan di Jawa Barat.

Kurnia menjelaskan, pada kegiatan PIM jumlah peserta pendaftar awalnya berjumlah 167 orang, setelah melalui proses seleksi yang berjenjang mulai dari administrasi, kurasi, wawancara, BI checking, sampai seleksi akhir, tinggal tersisa 55 orang peserta.

“Menciutnya jumlah peserta dikarenakan pada PIM perdana ini betul-betul diharapkan sosok milenial terpilih yang bisa memberikan warna ke depan dengan success story-nya, agar kegiatan PIM ini bisa berhasil dan berkelanjutan,” ujar dia.

Untuk diketahui, kategori peserta PIM ada dua yaitu Peserta PIM Intensif dan Peserta PIM Mandiri, dibedakan berdasarkan lokasi budi daya.

Untuk PIM Intensif, budi daya bertempat di Aset Milik Pemprov Jabar/DKP Jawa Barat berjumlah 33 orang, yaitu di PSDKP WS Ciherang – Cianjur (Komoditas Nila) 10 orang, di Satpel Wanayasa CDKP WU – Purwakarta (Komoditas Nila) 5 orang, di Satpel Cijengkol CDKP WU – Subang (Komoditas Lele) 13 orang, dan di UPTD PAPLWS Cibalong Pameungpeuk Garut (Komoditas Udang) 5 orang.

Untuk PIM Mandiri, budi daya bertempat di lahan masing-masing peserta sebanyak 22 orang, dengan pilihan komoditas Nila 13 orang dan Lele 9 orang.

Rangkaian Kegiatan PIM dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup panjang 1 (satu) tahun, mulai dari Persiapan Konsep PIM – Penentuan Komoditas, dan Peluang Pasar-Inventarisasi, Identifikasi, dan Pemilihan Lokasi Budi Daya – Rekruitmen dan Seleksi Pembudidaya Ikan Milenial – Pembekalan Pembudidaya Ikan Milenial – Penyiapan Stimulus Modal – Penyediaan Sarana, Benih, Bibit, Pakan, dan Peralatan – Proses Budidaya dan Pendampingan – Panen dan Pemasaran – Monev Program, serta Follow-Up Program Pembudidaya Ikan Milenial.

“Pembekalan Pembudidaya Ikan Milenial telah dilaksanakan tanggal 5–24 April 2021 secara daring dengan materi-materi Pengenalan Program PIM, Prospek Usaha Perikanan dan Analisa Kelayakan Usaha, Teknologi Budi Daya Perikanan untuk Milenial, Teknik Budi Daya Komoditas (Lele, Nila, Udang), Teknik Pengolahan dan Pemasaran Produk Ikan, Pemberian Modal Kerja Perbankan untuk PIM (BJB)
Pembiayaan Investasi PIM (Agro Jabar / Mitra), Spesifikasi Produk, Pembelian Hasil Panen, dan Mekanisme Pembayaran (Agro Jabar),” tutur Kurnia Fajar.

“Paralel dengan Kegiatan Pembekalan dilakukan Penyiapan Stimulus Modal dan Penyediaan Sarana, Benih, Bibit, Pakan, dan Peralatan,” ujar dia.

Dikatakan Kurnia, tahapan ini adalah tahapan tersulit, karena PIM Perdana ini harus dapat merumuskan model bisnis, karena pada tahun 2021 ini PIM belum teranggarkan di APBD, OPD harus inovatif memperoleh sumber-sumber penganggaran sesuai dengan aturan yang ada, agar Program Petani Milenial ini dapat tetap berjalan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.

Terkait dengan model bisnis yang dirumuskan, lanjut dia, BUMD Jawa Barat PT. Agro Jabar sebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa Kolam Bioflok (beserta aerator dan peralatan pembudi daya ikan lainnya) dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian Penyediaan Opex seperti bibit, pakan, obat2an, listrik, dan operasional lainya menggunakan KUR dari BJB.

“Guna memastikan budi daya dilaksanakan sesuai prosedur dan tingkat keberhasilan nya tinggi, dilakukan Pendampingan day by day teknis budi daya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab/Kota, serta Monev oleh Koordinator dan Tim Program Petani Milenial,”ujar dia.

“Untuk pelaksanaan ke depan, PIM in ditargetkan tahun 2023 dapat mencetak 1.000 Pembudidaya Ikan Milenial,” ucap dia.

Dinas Kelautan dan Perikanan dan Biro Perekonomian Setda Jabar selaku koordinator Program Petani Milenial, berupaya mempersiapkan lebih baik dalam mekanisme rekrutmen dan pengelolaan peserta, penganggaran pendampingan, kepastian pembiayaan Capex dan Opex dengan berbagai skema, kolaborasi stakeholder perikanan yang lebih luas, penambahan komoditas, sinergi dengan OPD terkait program petani milenial untuk integrasi budi daya aquaponik, minapadi, dan peternakan perikanan terintegrasi, serta continuous improvement dan keberlanjutan program petani milenial.

Program Petani Milenial juga dapat dikoneksikan dengan Program Unggulan Jabar yang sudah berjalan lebih awal, yaitu 1 Desa 1 Perusahaan (OVOC), Bumdesa Juara , 1 Pesantren 1 Produk (OPOP), UMKM JUARA, dan Marketplace Jabar Borongdong.id, dalam hal pengembangan budi daya, pengolahan pasca panen, pemasaran konvensional, dan pemasaran digital.

Terakhir, Kegiatan Pembudidaya Ikan Milenial ini tak hanya menjadi gerakan atau model bisnis di level provinsi saja, tetapi juga PIM harus dapat dan mudah untuk direplikasi di 27 kabupaten/kota se Jawa Barat guna mewujudkan Budi Daya Ikan Juara.***

Sumber:
https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-011835173/dukung-pembudidaya-ikan-milenial-agro-jabar-siap-serap-hasil-55-orang-petani-milenial?page=4
Novianti Nurulliah

Published by: Marcomm Agro Jabar

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

statistik pengunjung

  • 1
  • 90
  • 4,285
  • 1

Instagram

Instagram did not return a 200.

Archives