KLARIFIKASI PENANAMAN JAHE DI MANYINGSAL

KLARIFIKASI PENANAMAN JAHE DI MANYINGSAL

Bandung, 10 Februari 2021 – Humas Agro Jabar
Rilis resmi PT. Agro Jabar (Perseroda), sebagai Hak Jawab atas pemberitaan media online RMOL Republik Merdeka Jabar, tanggal 10 Februari 2021, dengan headline : “Program Petani Milenial Cuma Gimik, Ridwan Kamil Jangan Jadikan Petani Sebagai Objek”

Link berita :https://www.rmoljabar.id/program-petani-milenial-cuma-gimik-ridwan-kamil-jangan-jadikan-petani-sebagai-objek

DASAR PEMIKIRAN :
PT. Agro Jabar (Perseroda), selanjutnya disebut Agro Jabar adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan pangan. Pada bulan November 2019 Agro Jabar mengadakan perjanjian pengadaan jahe dengan pihak swasta nasional, dimana Agro Jabar sebagai penyedia dan pihak swasta nasional sebagai calon pembeli. Tindak lanjut dari perjanjian tersebut, Agro Jabar membuat perencanaan penanaman jahe yang masuk dalam Rencana Kerja Anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2020, dan salah satu lokasi penanaman berada di lahan HGU milik PT. PG Rajawali 2 (RNI Group) rayon manyingsal kabupaten subang, dengan luasan awal yang akan dikerjasamakan kepada Agro Jabar adalah sebesar 100 hektar. Sewa lahan disesuaikan dengan realisasi penanaman yang sudah dilakukan Agro Jabar yang akan di jelaskan pada bab selanjutnya tentang progress penanaman.

PENGELOLAAN :
Dikarenakan merupakan proyek perdana dan baru, untuk sistem pengelolaan penanaman jahe di manyingsal subang, Agro Jabar menggunakan system inti, yaitu seluruh aktivitas budidaya penanaman jahe, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, perawatan dan panen, dilakukan oleh Agro Jabar. Tetapi Agro Jabar juga melibatkan masyarakat sekitar yang di pekerjakan dengan status mulai dari Supervisi sampai dengan Tenaga Harian Lepas, dengan spesifikasi pekerjaan yang sudah ditentukan oleh Agro Jabar.


PERMODALAN :
Untuk permodalan program penanaman jahe ini Agro Jabar bekerjasama dengan pihak perbankan dalam hal ini Bank BJB, sebagai bagian dari program Sinergitas BUMD Jawa Barat, karenanya dalam penanaman perdananya dihadiri oleh bapak Gubernur Jawa Barat, bapak Ridwan Kamil. PT. Agro Jabar mendapatkan plafon kredit sebesar 12,5 milyar, dengan realisasi kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan modal dan jaminan yang diberikan Agro Jabar. Realisasi kredit yang sudah diberikan Bank BJB kepada Agro Jabar adalah sebesar 3,7 milyar dari plafon sebesar 12,5 milyar. Pada tanggal 8 juni 2020 Agro Jabar sudah menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada Bank BJB sebagai pemberi kredit, dengan mengembalikan seluruh pinjaman program penanaman jahe ini, dan Bank BJB menerbitkan Surat Keterangan Lunas. Jadi pemberian kredit untuk program penanaman jahe ini diberikan kepada Agro Jabar, bukan kepada para petani disekitar manyingsal subang, jadi pernyataan bahwa banyak petani berhutang kepada Bank BJB dikarenakan kegagalan program penanaman jahe ini tidaklah benar.

PROGRES PROJECT PENANAMAN :
Dari luasan awal yang dikerjasamakan antara PT. PG Rajawali 2 (RNI Group) dengan Agro Jabar yaitu 100 hektar, Agro Jabar merancang target penanaman sampai dengan tahun 2021 seluas 50 Hekter, dan dari 50 hektar tersebut, realisasi yang sudah di tanam sampai dengan saat ini adalah seluas 10.5 Hektar .

Proses Yang Sudah Dilakukan Antara Lain :
1. Pengolahan lahan
2. Pemupukan dasar,
3. Penanaman (Planting),
4. Pemeliharaan (Upkeep),
Semua proses tersebut membutuhkan tenaga kerja, untuk itu Agro Jabar merekrut tenaga tenaga kerja mulai dari Supervisi (Mandor/ Krani Admin) sampai dengan pekerja lapangan, dari masyarakat desa terdekat yaitu desa Manyingsal, desa Gembor dan desa Wanasari. Untuk pengadaan bibit jahe, Agro Jabar bekerjasama dengan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), Karya Mekar, desa Cimanggu Kabupaten Subang. Jadi untuk program penanaman jahe di Subang ini, Agro Jabar memberdayakan tenaga kerja lokal dan potensi-potensi di Kabupaten Subang.
Kendala :
1. Adanya keterlambatan penanaman dilakukan bulan Agustus 2020, yang seharusnya dilakukan awal bulan Februari 2020, hal ini mengakibatkan areal kekurangan ketersediaan air, sehingga menimbulkan gejala daun menguning.
Tindakan:
Agro Jabar segera melakukan perbaikan dengan melakukan penyiraman menggunakan sisten rain gun dengan sumber air dari waduk buatan.
2. Sarana dan prasarana penunjang, seperti Kantor, Gudang eks PG Rajawali 2 (RNI Group) beberapa ada yang sudah tidak layak pakai.
Tindakan:
Agro Jabar melakukan perbaikan-perbaikan minor, agar sarana dan prasarana penunjang bisa dipergunakan untuk menunjang program penanaman jahe ini.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

statistik pengunjung

  • 0
  • 141
  • 10,346
  • 1

Instagram

Instagram did not return a 200.

Archives