PT Agro Jabar Targetkan Miliki Cadangan Pangan Mencapai 40.000 Ton Beras per Tahun

PT Agro Jabar Targetkan Miliki Cadangan Pangan Mencapai 40.000 Ton Beras per Tahun

GALAMEDIA

Seiring keluarnya Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pusat Promosi dan Distribusi, Pemprov Jabar pun harus melakukan pencadangan pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Ditargetkan, dalam setahun cadangan pangan mencapai 40.000 ton beras.

Untuk memenuhi target itu, PT Agro Jawa Barat (Jabar) yang berperan sebagai penyedia pangan (buffer stock) menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Pangan.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di sela-sela kegiatan West Java Investment Summit di Hotel Savoy Homan, Selasa 17 November 2020.

“Kami harus menyediakan buffer stock pangan terutama beras. Karena kami belum punya portofolio di dalam hal produksi beras, maka kami kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Pangan yang memang memiliki portofolio dan jam terbang dalam produksi beras, jadi itu yang mendasari kerja sama ini,” ujar Dirut PT Agro Jabar Kurnia Fajar.

PT Pupuk Indonesia Pangan, ungkap Kurnia, memiliki alat produksi beras yang sangat modern dan kualitasnya baik. Diharapkan, kerja sama ini bisa memenuhi kebutuhan ketahanan pangan di Jabar.

“Kami punya target itu satu tahun bisa melakukan pencadangan pangan 40.000 ton. Jumlah masyarakat Jawa Barat kan totalnya 50 juta jiwa dan Bulog itu sebagai buffer stock nasional punya stok di Jabar sekitar 300.000 ton. Paling tidak kami punya target 10 sampai 15 persen (dari cadangan Bulog, red),” jelasanya.

Sehingga dalam setahun, kata Kurnia, terdapat cadangan sekitar 30.000 sampai 45.000 ton atau 2.500 ton sampai 4.000 ton per bulan.

“Ke depannya tentu harus terus ditingkatkan. Sehingga ini bisa menambah cadangan yang dimiliki Bulog,” ungkapnya.

Dirut PT Pupuk Indonesia Pangan Budiono menyambut baik kerja sama ini dan siap memenuhi target PT Agro Jabar. Terlebih, posisi PT Pupuk Indonesia Pangan berada di wilayah Jawa Barat.

“Kami siap memenuhi apa yang di ditargetkan Agro Jabar 40.000 ton beras per tahun. Kalau ada target 40.000 ton beras per tahun, berarti serapan gabah dari petani itu sekitar 80.000 ton,” ungkapnya.

Tentu saja, ungkap Budiono, serapan gabah ini diprioritaskan dari petani Jawa Barat. Pihaknya pun tidak akan membuat petani di Jabar jatuh. “Kalau harga gabah panen Rp 4.200, kami beli dari petani dengan harga Rp 4.550. Kami tidak akan biarkan petani jatuh,” terangnya.

Budiono kembali menegaskan, PT Pupuk Indonesia Pangan siap untuk menjaga agar produksi tanaman padi dan kebutuhan pokok lainnya tetap berjalan dalam mendukung ketahanan pangan.

“Pupuk Indonesia Pangan hadir untuk membantu pemerintah dalam program ketahanan pangan. Jadi setiap ada instruksi atau apa pun pasti kita akan siap membantu pemerintah untuk program ketahanan pangan,” pungkasnya.***

Yeni Siti Apriani. Editor: Dicky Aditya***

*Sumber : https://galamedia.pikiran-rakyat.com/. 17 November 2020

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

statistik pengunjung

  • 0
  • 81
  • 4,183
  • 1

Instagram

Instagram did not return a 200.

Archives